Cari cerita tentang siapa?

Anak Bungsu Yang Hilang



















Anak yang Kembali Pulang

Di sebuah desa, hiduplah seorang ayah yang sangat baik hati. Ia memiliki dua orang anak laki-laki. Anak sulung rajin bekerja di ladang bersama ayahnya, tetapi anak bungsu sering merasa bosan tinggal di rumah.

Suatu hari, anak bungsu berkata kepada ayahnya,
“Ayah, berikan aku bagian hartaku sekarang. Aku ingin pergi dan hidup sendiri.”

Ayahnya sedih, tetapi ia tetap memberikan bagian harta itu kepada anaknya.

Anak bungsu pun pergi ke negeri yang jauh. Di sana, ia hidup sesuka hatinya. Ia menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang setiap hari. Awalnya, ia merasa sangat senang. Tetapi lama-kelamaan, uangnya habis.

Tak lama kemudian, terjadi kelaparan di negeri itu. Anak bungsu mulai merasa lapar dan tidak punya apa-apa lagi. Ia bahkan harus bekerja memberi makan babi. Ia sangat lapar sampai ingin makan makanan babi itu, tetapi tidak ada yang memberinya makanan.

Akhirnya, ia mulai berpikir,
“Di rumah ayahku, para pekerja punya makanan yang cukup. Mengapa aku di sini kelaparan? Aku akan pulang dan meminta maaf kepada ayah.”

Ia pun pulang dengan hati sedih.

Ketika ia masih jauh, ayahnya sudah melihatnya dari kejauhan. Ayahnya sangat terharu, lalu berlari menghampirinya dan memeluknya erat.

Anak itu berkata,
“Ayah, aku sudah berbuat salah kepada Tuhan dan kepada Ayah. Aku tidak layak lagi disebut anakmu.”

Tetapi ayahnya berkata kepada para pelayan,
“Cepat! Bawakan pakaian terbaik untuknya! Pasangkan cincin di jarinya dan sandal di kakinya! Siapkan makanan terbaik! Kita akan berpesta, karena anakku ini telah kembali!”

Mereka pun mengadakan pesta yang meriah.

Sementara itu, anak sulung pulang dari ladang. Ia mendengar suara musik dan bertanya apa yang terjadi. Ketika tahu adiknya kembali dan ayahnya mengadakan pesta, ia menjadi marah.

Ia berkata kepada ayahnya,
“Aku selalu setia bekerja untuk Ayah, tetapi aku tidak pernah dibuatkan pesta seperti ini!”

Ayahnya menjawab dengan lembut,
“Anakku, engkau selalu bersama ayah, dan semua milik ayah adalah milikmu juga. Tetapi kita harus bersukacita, karena adikmu yang hilang sekarang telah ditemukan. Ia yang hampir mati, sekarang hidup kembali.”

Pesan cerita:
Tuhan seperti ayah yang penuh kasih. Ia selalu siap mengampuni kita dan menerima kita kembali, kapan pun kita mau bertobat dan kembali kepada-Nya.