Alkitab Junior
Edisi Indonesia
Tuhan Yesus dan para murid-Nya pergi ke Yerusalem untuk perayaan Paskah. Tuhan Yesus menyuruh dua murid-Nya untuk membawakan seekor keledai kepada-Nya.
Ia memberi tahu mereka di mana keledai itu dapat ditemukan.
Tuhan Yesus menunggangi seekor keledai memasuki Yerusalem.
Banyak orang menyambut-Nya. Orang-orang melambaikan ranting palem dan meletakkannya di jalan di depan Tuhan Yesus.
Mereka berseru, “Hosana! Terpujilah raja Israel!”
Para pemimpin di Yerusalem tidak menyukai Tuhan Yesus.
Mereka melihat betapa banyak orang yang mengikuti-Nya, dan mereka marah karenanya. Mereka iri.
Tuhan Yesus dan para murid berkumpul untuk makan malam Paskah. Setelah itu, Tuhan Yesus menanggalkan jubah luar-Nya. Ia melilitkan handuk di pinggang-Nya. Ia mengisi baskom dengan air. Kemudian Tuhan Yesus membasuh dan mengeringkan kaki para murid-Nya satu per satu.
Petrus berkata kepada Tuhan Yesus, “Tuhan, Engkau tidak akan pernah membasuh kakiku.” Tuhan Yesus berkata, “Seperti Aku telah membasuh kakimu, demikian juga kamu harus saling membasuh kaki.” Tuhan Yesus menunjukkan kepada mereka bagaimana mengasihi satu sama lain.
Tuhan Yesus mengambil sepotong roti dan mengucap syukur kepada Allah. Kemudian Ia memecah-mecahkannya. Ia memberikan roti itu kepada murid-murid-Nya untuk dimakan. Tuhan Yesus berkata, “Roti ini adalah tubuh-Ku. Setiap kali kalian melakukan ini, ingatlah Aku.”
Dengan cara yang sama, Tuhan Yesus mengambil cawan berisi anggur dan mengucap syukur kepada Allah. Ia memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk diminum. “Ini adalah darah-Ku. Darah ini ditumpahkan untuk mengampuni dosa orang banyak.”
“Waktuku telah tiba untuk pergi. Kemana Aku pergi, kalian belum bisa ikut. Aku akan pergi ke Surga untuk mempersiapkan rumah baru yang indah untuk kalian. Tetapi Aku akan segera kembali kepada kalian.”
“Awalnya, kamu akan sangat sedih. Tapi jangan takut. Sebentar lagi kamu akan mengerti dan kamu akan dipenuhi dengan sukacita.”
Tuhan Yesus pergi ke taman Getsemani untuk berdoa. Para murid ikut serta. Tuhan Yesus berdoa, “Bapa, Aku tidak ingin menderita kesakitan salib, tetapi kehendak-Mu lebih penting. Aku siap memberikan nyawa-Ku.”
Para pemimpin mengirim tentara untuk membawa Tuhan Yesus pergi, meskipun Ia tidak melakukan kesalahan apa pun. Petrus ingin melindungi-Nya. Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Tidak. Aku harus membiarkan ini terjadi.” Semua murid melarikan diri, dan tentara menangkap Tuhan Yesus.
Para prajurit membawa Tuhan Yesus kepada para pemimpin. Mereka berkata, “Engkau mengatakan bahwa Engkau adalah Anak Allah. Kami tidak percaya kepada-Mu.”
Para prajurit mengambil alih tugas mengurus Tuhan Yesus. Mereka menyuruh-Nya memikul kayu salib yang besar. Mereka menyuruh-Nya membawa-Nya ke tempat yang disebut Golgota.
Disana mereka memakukan Tuhan Yesus ke kayu salib.
Tuhan Yesus mati di kayu salib.
Semua orang yang mengasihi Tuhan Yesus sangat sedih. Tetapi mereka melupakan sesuatu yang penting.
Tuhan Yesus telah berkata bahwa Dia akan bertemu mereka lagi!”
Setelah Tuhan Yesus wafat, beberapa sahabat-Nya membaringkan jenasah-Nya di sebuah makam besar.
Mereka menutupnya rapat-rapat dengan batu bundar besar. Para prajurit menjaga makam itu.
Tiga hari kemudian, bumi berguncang.
Malaikat Tuhan turun dari Surga dan menyingkirkan batu dari malam itu.
Beberapa perempuan sedang berjalan menuju kuburan. Ketika mereka melihat malaikat itu, ia berkata, “Jangan takut, Tuhan Yesus tidak ada disini. Ia telah bangkit!”
Ketika para wanita itu melihat Tuhan Yesus, mereka berlutut untuk menyembah-Nya. Yesus tersenyum dan berkata, “Pergilah dan beritahu yang lain bahwa Aku akan menemui mereka di Galilea.” Para wanita itu berlari untuk memberitahukan kabar tersebut kepada para murid.
Para murid mengunci diri di sebuah ruangan kecil karena mereka takut para pemimpin akan mengirim tentara untuk menangkap mereka.
Tiba-tiba, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka! Ia berkata, “Damai sejahtera bagi kalian.” Mereka mengira Ia adalah hantu. Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Sentuhlah tangan dan kaki-Ku, supaya kalian tahu bahwa aku benar-benar Dia.” Para murid bersorak gembira!
Kemudian, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku telah memberikan nyawa-Ku supaya kamu dapat bersama-Ku di Surga. Aku akan pergi kesana untuk mempersiapkan rumah baru yang indah bagi kamu. Ketika Aku kembali nanti, Aku akan membawa kamu bersama-Ku.”
Tuhan Yesus naik ke Surga dalam awan.
Suatu hari nanti, Dia akan kembali untuk membawa orang-orang yang mengasihi-Nya ke Surga. Tuhan Yesus mengasihi manusia, sehingga Ia rela mati untuk menebus dosa semua orang.
























